Tujuan Dan Prinsip Prinsip Desain
Tujuan Dan Prinsip-Prinsip Desain
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tujuan utama dari sebuah desain adalah untuk membantu manusia mendesain suatu objek agar berguna bagi manusia. Beberapa tujuan desain adalah sebagai berikut:
- Sebagai alat yang digunakan untuk mendesain suatu objek, sistem, komponen, atau struktur yang bermanfaat bagi manusia
- Sebagai sarana untuk menyampaikan ide atau gagasan seorang desainer kepada masyarakat umum.
- Sebagai sarana untuk mendeskripsikan objek-objek tertentu kepada khalayak sebelum objek-objek tersebut terwujud dalam kenyataan.
- Sehingga manusia mengetahui apa saja kemampuan dan keterbatasan yang ada pada dirinya dan hal-hal yang ada disekitarnya.
Prinsip-Prinsip Desain
1. Keseimbangan
Keseimbangan bisa dibentuk sama ukuran atau bisa dibilang simetris, baik dalam bentuk, ukuran, atau gambar. Selain itu, keKeseimbangan juga dapat dibuat informal atau asimetris dan keseimbangan radial atau terpancar.
2. Kesatuan
Prinsip ini dapat dicapai jika semuanya sudah terpenuhi. Teori Psikologi Gestalt tentang kedekatan, ketertutupan dan kesamaan dapat membantu memenuhi prinsip kesatuan dalam karya seni.
3. Perbandingan
Merupakan bentuk yang berhubungan dengan ukuran antara satu bagian dengan bagian lainnya. Besar atau kecil, lebar, sempit, pendek, atau pendek adalah masalah proporsi. Dalam Seni Rupa, prinsip proporsi digunakan untuk mempertimbangkan perbandingan luas kertas atau kanvas dengan objek yang digambar atau dilukis. Prinsip perbandingan menekankan variasi atau keanekaragaman ukuran satu unsur dengan unsur lainnya dalam satu kesatuan yang utuh.
4. Komposisi
Komposisi atau urutan adalah rancangan arsitektural, yaitu penataan unsur-unsur secara keseluruhan sehingga alurnya menjadi lebih nyaman. Contoh penerapan komposisi pada suatu desain arsitektur yang paling mudah dipahami adalah penyusunan denah komposisi ruang, seperti ketika ingin menata interior ruangan, ruang tamu, atau dapur.
5. Ritme
Merupakan prinsip yang timbul dari kesan gerak dari unsur-unsur yang melekat pada karyanya yang dapat ditempuh melalui repetisi, substitusi, perubahan ukuran, dan gerak ritmis.
6. Skala
Skala adalah rasio ruangan atau bangunan terhadap lingkungan atau elemen arsitektur lainnya. Pada dasarnya skala dalam desain arsitektur tidak memiliki aturan khusus karena skala dapat disesuaikan dengan nuansa atau kesan yang diinginkan.
7. Contrast
Kontras adalah bentuk, yang dapat berupa pewarnaan, ukuran, posisi, hingga tekstur atau visual. Contoh penerapan sederhananya adalah penggunaan sofa berwarna cerah seperti merah atau kuning di tengah ruangan yang didominasi warna putih.

Komentar
Posting Komentar