Apa Tujuan Dan Jenis-Jenis Audit Energy

 Apa Tujuan Dan Jenis-Jenis Audit Energy

Audit Energy

    Di Indonesia sendiri, konsumsi energi sebesar 30% berada di wilayah industri. Angka ini cukup besar dengan fakta bahwa masih banyak wilayah yang belum dapat menerima energi secara optimal sehingga bahkan tak mendapat pasokan listrik. Padahal, dengan terciptanya efisiensi energi, jaringan listrik yang lebih efisien dapat mengurangi harga atau biaya konsumsi listrik untuk semua orang.

    Dalam rangkaian audit, ketika telah melakukan evaluasi, maka auditor akan melakukan analisis melalui kalkulasi menggunakan materi pendukung. Hasil kalkulasi tersebut kemudian digunakan dalam penyusunan neraca energi. Neraca energi nantinya menjadi bahan untuk membuat rekomendasi dengan perkiraan biaya dan manfaat dari berbagai alternatif yang ada.

Tujuan dilakukannya audit energi 

  • 1. Melihat bagaimana penggunaan energi dan kemungkinan adanya pemborosan atas penggunaan tersebut.
  • 2. Mengidentifikasi jenis dan biaya konsumsi energi.
  • 3. Mengidentifikasi dan menganalisis berbagai alternatif yang dapat dilakukan (terutama dengan cepat dan biaya rendah) secara substansial untuk membantu menurunkan biaya energi.
  • Jenis-Jenis Audit Energi

  •     Adapun secara umum, jenis audit energi dibagi menjadi dua, yakni audit energi awal dan audit energi terinci.

Audit Energi Awal

    Lamanya waktu yang diperlukan untuk melakukan audit energi awal (atau juga disebut survei awal) dapat dilaksanakan dalam kurun waktu yang relatif singkat, yakni satu hingga dua hari. Walau demikian, apabila instalasi pabrik yang diaudit cukup besar dan kompleks, maka bukan tidak mungkin waktu pelaksanaan audit menjadi lebih panjang.


    Audit energi awal berperan penting dalam membantu mengidentifikasi sumber-sumber pemborosan energi serta tindakan-tindakan sederhana apa yang dapat diambil guna meningkatkan efisiensi energi dalam lingkungan tersebut dalam jangka pendek.

Beberapa contoh situasi yang dapat diidentifikasi dengan mudah adalah peralatan yang tidak dapat digunakan lagi sebagaimana mestinya, terjadinya kebocoran uap dan udara-tekan, dan lain-lain.


    Hasil dari audit energi awal adalah rekomendasi mengenai tindakan solutif apa yang dapat segera dilaksanakan dan berbiaya rendah. Di samping itu, rekomendasi audit energi awal juga bisa menyarankan dilakukannya audit atau pengujian ulang pada area tertentu dengan beberapa alasan.


Audit energi awal sendiri dibagi menjadi dua bagian, yakni survei manajemen energi dan survei energi teknis.


    • Survei manajemen energi adalah kegiatan yang dilakukan dengan tujuan mencoba memahami aktivitas manajemen yang sedang berlangsung dan kriteria putusan investasi yang memengaruhi proyek konservasi energi.

    • Survei energi adalah kegiatan yang mengulas kondisi dan operasi peralatan dari pemakai energi yang penting.

Audit Energi Terinci

    Audit energi terinci umumnya dilaksanakan setelah proses audit energi awal selesai. Lamanya waktu pelaksanaan audit energi terinci relatif lebih lama dibandingkan audit energi awal, yakni hingga mencapai beberapa pekan sesuai skala, sifat, dan kompleksitas pabrik yang dinilai.


    Proses audit energi terinci melibatkan pengumpulan data pabrik dari catatan yang sudah ada, pengukuran parameter operasi yang penting menggunakan instrumentasi portable.

    

    Pengujian yang dilakukan mencakup uji efisiensi pembakaran, penentuan penurunan faktor daya yang diakibatkan berbagai peralatan listrik, pengukuran suhu dan aliran udara pada peralatan utama yang menggunakan bahan bakar, dan uji sistem proses untuk operasi yang masih dalam spesifikasi.


    Sebagai catatan, auditor energi tidak bisa memberi rekomendasi tentang suatu investasi khusus karena risiko atau total investasi yang terlalu besar. Dalam kondisi tersebut, auditor energi akan memberi sebuah rekomendasi  studi kelayakan. Laporan audit energi rinci pun membuat rekomendasi yang disertai manfaat serta biaya program pelaksanaannya.


    Untuk melakukan audit energi, perusahaan dapat melakukan secara internal maupun menggunakan jasa pihak ketiga. Pihak internal yang ditunjuk pun tentunya harus memiliki pemahaman baik mengenai audit energi dan juga mengantongi izin sebagai auditor energi. Itulah tadi bahasan mengenai Pengertian, Manfaat, Jenis, serta Tujuan Audit Energi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Sertifikat Laik Bangunan: Pentingnya Legalitas dalam Konstruksi Rumah

Desain Rumah Arsitektur Modern

Desain Layout yang Inovatif untuk Majalah Fashion Bahasa Indonesia